Jangan Lagi Sebut Colokan, Ganti dengan Kata Ini…

dsc_0450-001
Dua steker dipasang ke dua soket. Sementara dua soket masih kosong. (Foto: Dokumentasi pribadi Andi Saddam)

“Tolong masukin ke colokan, dong,” pinta teman saya untuk memasukkan sebuah benda yang memiliki dua ujung. Ujung pertama tercolok ke colokan di komputer jinjing (laptop) sementara pada ujung lainnya berbentuk dua besi lurus untuk dimasukkan ke colokan di dinding agar listrik dapat mengalir.

Saya saat itu belum tahu apa nama benda itu. Secara mudah kami menyebutknya colokan dengan persepsi alat untuk dimasukkan ke dua lubang kecil yang terpasang di dinding untuk mengalirkan listrik ke colokan lain yang tersambung ke perangkat elektronik.

Kata colokan ini memang ambigu. Apa yang dimaksud? Perangkat untuk mencolok? Atau tempat mencolok? Saat saya bersama teman-teman saya sedang mengirim berita di sebuah di bilangan Tambun.

Kumpulan artikel tentang Bahasa Indonesia, klik!

Seorang teman saya berkata, “Aduh mau ngecas gak ada colokan (alat untuk mencolok).”

Kemudian teman saya menyahut, “Itu ada colokan (tempat untuk memasukkan alat mencolok),” tunjuk teman saya sambil menunjuk ke dinding.

“Bukan itu, Bang. Casan maksud saya.” Teman saya menyebut kabel penghubung ponsel ke aliran lisrik atau charger dengan casan atau colokan.

Pada kasus lain, teman saya mengasosiasikan alat untuk mencolok dengan kabel dan colokan dengan tempat untuk mencolok. Hal ini masih lebih baik, namun kita masih punya tugas untuk mencari sebutan tempat untuk mencolok.

Contoh kalimat: Gue udah masukin kabel ke colokan, tapi kok gak konek, ya?

Dalam bahasa Inggris, justru masyarakat kerap menggunakan cord (kawat), asosiasi material di dalam kabel.

colok3/co·lok/ v, mencolok/men·co·lok/ v 1 mencocok (menusuk) mata; 2 ki mudah kelihatan; sangat nyata kelihatan; jelas benar; 3 ki membangkitkan rangsangan orang yang melihat karena terlalu berlebih-lebihan (tentang pakaian, kelakuan, dan sebagainya); 4 menusuk; mencoblos.

Masyarakat mengasosiasikan kegiatan memasukkan alat penyambung aliran listrik ke perangkat elektronik dengan mencolok, bukan memasukkan. Padahal ditinjau dari definisi secara tindakan, mencolok cenderung kepada ‘membuat lubang di sebuah benda’.

Jadi, menurut saya, mencolok harus benda yang tidak terdapat lubang. Sementara, ketika sudah terdapat lubang, tentu saja lebih cocok mengunakan kata memasukkan atau menyambung.

Dalam bahasa Inggris ternyata hal ini sejalan. Dalam buku panduan kita pernah mendengar istilah insert the plug into socket atau masukkan alat penghubung arus listrik ke lubang. Ringkasnya juga ada istilah plug in (memasang) dan plug out (mencabut).

Definisi plug juga dapat berarti menyambung, sesuai dengan konsep menyambungkan aliran listrik untuk kedua perangkat tersebut.

Lalu apa kata benda untuk perangkat tersebut?

Dalam bahasa Inggris alat untuk menghantarkan listrik ke suatu perangkat cenderung disebut plug atau cord (kabel). Namun tidak serta merta kita serap menjadi plag atau kord. Oleh karena itu sebut saja steker.

steker/ste·ker/ /stéker/ n pencocok yang dipasang pada ujung kabel listrik yang ditusukkan pada lubang aliran listrik untuk menyalakan lampu (listrik), radio, televisi, dan sebagainya

Lalu, apa sebutan untuk tempat memasukkan steker? Sebut saja soket.

soket/so·ket/ /sokét/ n 1 lubang pada suatu bagian alat tempat melekat sesuatu; 2 penyambung pipa yang berulir dari dalamnya

Atau bisa juga disebut dengan stopkontak (tanpa tanda pisah) dan juga kotak kontak.

stopkontak/stop·kon·tak/ n tempat menghubungkan arus listrik; tempat steker ditusukkan; kotak kontak
kotak kontak El suatu titik pada instalasi listrik dalam gedung yang menjadi tempat pengambilan arus;

Jadi mulai sekarang, saya menganjurkan sahabat berhenti menggunakan kata colokan. Kita sudah mengetahui dengan terang-benderang bahwa sudah ada kata steker dan soket atau stopkontak atau kotak kontak.

“Kok teve belum menyala? Padahal sudah kumasukkan steker ke soket.”

Insya Allah tulisan ini bermanfaat.


Andi Saddam

Minggu, 16 Dzulhijjah 1437 Hijriah atau 18/9/2016.

Gambar utama dari simpleicon.com

3 thoughts on “Jangan Lagi Sebut Colokan, Ganti dengan Kata Ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s